HAPPY 21 Ekaa :)



Selamat ulang tahun Eka Arifani Putri yang ke-21 ya. Cie udah gede sekarang hahaha
Semoga tambah yang baik-baik dan semua keinginannya bisa terlaksana. Amiinnn
Maaf nih tahun ini kayanya onasai lagi pada sibuk masing-masing jadi acara kado-kadoannya agak mandet. hehe
Tapi gapapa ya eka, kita doakan aja yang terbaik untuk eka :)
Ini ada sedikit kenang-kenangan dari onasai buat eka di usia 21 ini. hehe. cekidot !




Doa dari onasai buat eka :
 
Biar Eka inget terus sama onasai, coba liat ini ya ....

HAPPY BIRTDAY EKAAAAAA !!!! :)

Media Pembelajaran dengan Flash




Cara Menambahkan Animasi Flash ke Blogger

Bagi para blogger yang masih belajar ngeblog seperti saya, ini ada info cara menambahkan animasi flash ke blog anda. Inipun hasil searching sana-sini dan didapatlah satu cara termudah yang berhasil saya praktekan di blog saya sendiri. Hehe

1. Buat animasi flash anda dalam format .swf
2. Upload .swf anda ke suatu hosting, kalau saya pakai ini --> fileden.com atau megaswf.com
    Di sana anda harus membuat akun terlebih dahulu.
     Setelah terdaftar, carillah menu upload. Anda cukup mengikuti perintah yang ada pada halaman tersebut,               seperti di bawah ini :

tunggu beberapa detik sampai file anda berhasil di-upload.


copy linked URL nya, yang berakhiran .swf, seperti contoh di atas.
3. Dapatkan link URL nya.
4. Masuk ke akun blogger anda - menuju tata letak.
5. Di sana anda boleh memilih bagian mana saja yang ingin tambahkan animasi flsh. caranya dengan menambahkan gadget HTML/JavaScript
6. Setelah itu dibagian konten copy-kan kode seperti berikut ;

<embed align="middle" allowscriptaccess="always" height="65" loop="true" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" quality="high" src="http://www.fileden.com/files/2012/12/28/3381423/masking%20haloo.swf" type="application/x-shockwave-flash" width="250"></embed>

ganti kata-kata yang di blok warna kuning dengan linked URL yang telah anda peroleh sebelumnya. Anda juga bisa mengatur panjang dan lebar animasi flash anda dengan mengganti angka-angka disamping height dan width di atas. loop="true" jika anda ingin flash ditayangkan berulang-ulang atau loop="false" jika anda ingin animasi flash anda hanya sekali tayang.

7. Klik save, dan lihatlah blog anda sekarang sudah menampilkan flash yang anda inginkan.

Selamat mencoba. Salam Hamasah ! :)

Kolase Foto

Foto-foto ini diambil tahun lalu saat saya berkunjunga ke Dago Car Free Day, kebetulan hari itu sedang ada pertunjukan drama dari sebuah Sekolah Menengah Atas, yang entah SMA mana saya lupa. Ceritanya tentang tokoh pewayangan yaitu Arjuna dan Arimbi. Potongan foto berikut mengisahkan ketika arjuna harus kehilangan sang arimbi. Jujur, saya suka sekali ekspresi anak yang memerankan tokoh Arjuna ini. Saya tak henti-hentinya membidik setiap ekspresi dari para tokoh dalam drama ini. Itung-itung sambil latihan jadi fotografer, walaupun amatiran karena saya cuma pakai kamera poket. Sedikit minder karena di samping saya banyak orang yang asyik dengan kamera SLR nya dengan lensa super canggih. Tapi kalau ditanya feel nya boleh di adu deh. hehe. Saat itu saya lagi semangat banget soalnya :D

 



 Nah, kebetulan ada tugas multimedia tentang photoshop. Saya beri sedikit sentuhan kecil  pada foto-foto di atas dengan kolase sederhana, dan hasilnya VOILA ! enjoy the drama :)


Statistika, Aljabar, Terapan, dan Analisis




Baiklah sepertinya saya akan bergabung bersama kalian, para galauers.

Begini ceritanya. Gak kerasa saya kuliah sudah semester 5 saja. Berhubung saya anak nondik, sudahlah waktunya untuk fokus penjurusan konsentrasi. Konsentrasi yang ada itu adalah analisis, aljabar, statistika, dan terapan.  Sebenarnya ga akan jadi susah buat milih konsentrasi kalau kita sudah tahu keahlian kita dimana dan tahu setelah lulus mau jadi apa. Oke kita rinci satu-satu kenapa buat saya ini jadi sulit. Pertama, konsentrasi analisis. Saya harus pinjam dulu otak sahabat-sahabat tercinta saya seperti, Riemann, Chaucy, dan Euler biar IPK gak terancam nasakom buat masuk sini, tapi karena saya orangnya baik hati dan gak mau merepotkan sahabat kepompong saya itu jadi lebih baik saya pilih konsentrasi yang lain saja. Maaf kepada Yth. Bapak Rieman, Chaucy, dan Euler  saya tidak dapat bergabung bersama anda sekalian. But i’ll miss you all very much. Hehe.

Yang kedua, aljabar. Awal semester pertama, ada niatan untuk masuk aljabar, tapi saya ga tau anak aljabar itu nanti kerjanya apa. Dan tau gak buku pedoman waktu saya belajar struktur aljabar kemarin, judulnya itu “Abstract Algebra”. Udah aljabar, abstrak lagi, ya tapi ga abstrak-abstark banget sih, saya belain deh mas Algebra. Ah tetap saja rasanya saya lebih baik jadi butiran debu daripada butiran abstrak. Kebetulan semester 3 kemarin saya mengontrak Pak Rizki, beliau dosen aljabar. Wah saya ngepens deh pokonya, sempet kepikiran pengen balikan lagi sama mas Algebra, kan siapa tau bisa ikut ke Jepang mengikuti jejak Pak Rizki. Hehe. Oke, kembali ke galauers.

Yang ketiga, statistika. Nah ini dia yang bisa bikin saya cenat-cenut. *eeeaaa. Anak statistik itu temannya gak cuma buku 1000 halaman, tapi lebih gahol sedikit lah. Kadang terjun buat ambil sampling atau menyusun kuosioner, tapi kadang autis juga sih ngulik spss seharian dan rumusnya njelimet, banyak banget. Rasanya  lebih dinamis dan lebih berproses. Saya sih senang belajar statistik, setiap mau uts atau uas juga saya hatam membaca buku-bukunya, tapi kenapa ya nilai A kayaknya sombong banget gak mau mampir ke khs statistik saya, bikin ilfeel aja.

Terakhir, yang keempat, terapan. Konsentrasi yang ini lebih menjurus ke komputasi alias IT. Minat sih banget, tapi buat apa masuk matematika, kalo ujungnya saya ambil terapan, kenapa ga masuk ilkom saja sekalian. Ada yang bilang bedanya anak terapan sama anak ilkom itu: anak terapan lebih ke pemikir, anak ilkom lebih ke mengaplikasikannya. Dan saya lebih senang mengaplikasikan daripada mikir, gimana dong ?
Singkat kata singkat cerita, di frs semester ini, saya sudah fix mengontrak terapan. Saya ga akan ngebet lagi masuk statistika deh dan ga ngiler lagi ngambil aljabar biar bisa ke Jepang. Siapa tahu saja nanti saya bisa jadi temannya Bill Gates atau bisa jadi asisten pribadinya Mark Zuckerberg, sayang kemarin dia baru menikah. Hiks. Oke fokus fokus. Tadinya saya kira semester 3 ini bakalan ambil nafas lega karena saya sudah tahu kaki ini mau dibawa kemana. Tapi ternyata, baru saja seminggu bernafas lega, saya dibuat dag dig dug lagi. Ada yang bilang konsentrasi terapan akan dihilangkan. WHATTTTSSSS !! (emosi). “Soalnya peminatnya sedikit  sih!”. Siapa bilang ! 2010 banyak ko yang terapan !

“Tidak dihilangkan, tapi kalau ada matkul yang tidak ada di jurusan, kalian ambil di ilkom”, itu kata Bu Entit, Kaprodi Matematika, waktu saya tanya.

Yang saya bingung, sebenarnya saya anak siapa ya ? anak jurusan Pendidikan Matematika atau anak jurusan Pendidikan Ilmu Komputer ? Apa jangan-jangan saya anak yang ditelantarkan ?

Dan jadilah pasukan terapan siap ngambil ancang-ancang buat migrasi. Dikiranya saya galau sendirian, eits jangan sedih, masih ada galauers-galauers lainnya di kelas. Hehe yes ada temennya :p
Oke kayaknya menggalaunya cukup sekian. Hamasah !

NB : migrasi ke aljabar atau statistika ya ???

Desain Buletin Al-Qolam

Setahun yang lalu saya mengikuti suatu seminar kepenulisan yang ternyata setelah beberapa saat mengikuti seminar tersebut barulah saya tahu bahwa seminar itu diselenggarakan oleh Komunitas Menulis Islami Al-Qolam, suatu komunitas yang isinya orang-orang yang ingin belajar menulis dan mempergunakan tulisan sebagai jalan dakwah. Sebenarnya saya hanya mendaftar untuk mengikuti seminar saja, tapi entah bagaimana ceritanya saya kini bagian dari komunitas tersebut, padahal saya tidak bisa menulis. Saya memang suka menulis, tapi tidak bisa menulis dengan baik apalagi untuk berdakwah mengenai islam, rasanya ilmu saya belum sampai sana. Tapi saya senang sekali sudah dirangkul. Orang bilang jika kita bergaul dengan pedagang minyak maka kita akan berbau minyak namun jika kita bergaul dengan pedangang minyak wangi maka kita akan terbawa harum. Semoga saja saya bisa menjadi lebih baik. Amin

Seperti yang saya katakan sebelumnya bahwa saya tidak bisa menulis dengan baik dan keterbatasan ilmu yang membuat saya segan untuk berkontribusi dalam bentuk tulisan maka saya mencoba membantu dalam bentuk lain, yaitu mendesain layout buletin Al-Qolam yang terbit tiap bulan. Dan ini beberapa desain buletin yang saya buat dalam setahun ini. Buletin-buletin ini dibuat dengan menggunakan CorelDraw. Sekali saya katakan bahwa saya suka sekali dengan aplikasi yang satu ini. :D


Edisi 11 (bagian depan)

Edisi 11 (bagian belakang)

Edisi 12 (bagian depan)

Edisi 12 (bagian belakang)

Edisi 15 (bagian depan)

Edisi 15 (bagian belakang)

Edisi 16 (bagian depan)

Edisi 16 (bagian belakang)

Edisi 21 (bagian depan)

Edisi 21 (bagian belakang)

Mendesain Pamflet dengan CorelDraw dan Photoscape


Pamflet ini dibuat dengan menggunakan CorelDraw. Saya suka sekali aplikasi yang satu ini. Ornamen dedaunan di sana saya dapat dari tool artistic pen yang disediakan CorelDraw. Dan dengan memanfaatkan fasilitas Photoscape untuk membuat animasi sederhana dengan format .gif, hasilnya pamflet ini cukup menarik untuk dilihat bukan ? :D

Semoga menginspirasi imajinasi anda.
Hidup Kreativitas !! Hehe

Kenang-kenangan Buat MCX

Halooo.... sudah lama saya tidak berceloteh di blog ini.
Ingin tahu kabar terbaru yang saya bawa ? Hehe
Semester ini, tepatnya semester 5, saya mengontrak mata kuliah multimedia dimana salah satu materi bahasannya adalah mengenai video shooting dan editing video. Saya sangat antusias dalam materi yang satu ini. Jadi teringat saat SMA dulu waktu pertama kali saya diperkenalkan dengan materi shooting dan editing. Saat SMA kelas XII untuk mata pelajaran Komputer, kami sekelas diwajibkan mengerjakan suatu proyek besar yaitu membuat sebuah film utuh di akhir semester. Itu pengalaman yang sangat sangat menyenangkan. Kami sekelas sangat antusias menerima proyek besar tersebut, tepatnya bukan satu kelas, tapi satu angkatan. Ya, seluruh kelas XII dari XII IPA-1 sampai XII-IPA9 dan tak lupa XII IPS 1 dan 2 turut serta dalam proyek besar ini. Selama beberapa bulan sebelum UN kami disibukkan dengan agenda pembuatan film. Masing-masing kelas berlomba-lomba membuat film yang terbaik layaknya seorang sineas film profesional. Segerombolan orang yang membawa handycam, kamera atau properti film yang aneh dan unik menjadi pemandangan yang biasa saat itu. Sungguh menyenangkan dan banyak kejadian menarik terjadi karenanya. Menjadi sebuah momen yang akan selalu terkenang. Memang tidak melulu kenangan manis yang tercipta karena konflik pasti selalu ada, namun kesemuanya itu adalah sebuah cerita. Cerita yang kami tulis bersama di masa putih abu dan bila sekarang saya mengingatnya kembali, akan selalu ada senyum yang tercipta.

Nah, dari pengalaman saya itu, terbersit ide untuk melakukan hal yang sama dengan teman-teman seperjuangan saya saat ini. Teman yang sama-sama melangkah, berlari dan bertahan menghadapi rintangan di ujung jalan, teman yang bersama-sama menengadahkan kepala untuk menatap masa depan, teman yang mengayuh perahu yang sama untuk mencapai pulau tujuan. Sadarkah bahwa kita sekarang ada di perempatan jalan dan sebentar lagi kita kan sampai di tempat tujuan. Hampir 3 tahun kita bersama, lalu apakah itu arti dari kebersamaan ? Kebersamaan adalah saat tak ada lagi kata aku, kamu, dia atau mereka, tapi kita dan hanya kita, satu. Satu cita, satu angan, satu harapan, yaitu masa depan yang gilang-gemilang. Langkah setiap orang memang tak bisa sama, mungkin ada yang berjalan kepayahan mencapai ujung jalan, adapula yang berlari bak sedang mengikuti lomba marathon yang dalam sekejap mata sudah terlihat di garis finish. Tak perlu dipikirkan, yang terpenting kau tahu kemana arah dan tujuan. Hingga nanti suatu hari kita kan bersama-sama merayakan kemenangan, di ujung jalan itu. Aku mencoba meraihnya dari sini bersama kalian, teman. Aku tak bisa berlari, tapi kalian mengajariku berlari. Aku merunduk kepayahan merasa letih untuk terus berjalan, tapi kuingat kalian berjalan bersamaku, berjalan di jalan yang sama dengan rintangan yang sama, jadi aku tak sendiri dan aku tak akan pernah berhenti berjalan. Tahukah sejauh ini kita sudah mengukir jejak yang sama. Dan jejak itu tak akan pernah hilang seperti semua cerita yang tercipta selama bersama, sebuah kenangan yang terbingkai dalam kolase cita-cita yang setinggi langit yang patut untuk dikenang. Maka kenanglah sahabat, kita untuk selamanya.


Petualangan Mamat, Tomi dan Tika (Episode Kalkulator Penerjemah Flo)


animasi amatir pertama yang saya buat. selamat menikmati :)

Diklat Jurnalistik ala Kemenkominfo REMA UPI

Sabtu, 7/7, Pukul 07.30, Acara Diklat Jurnalistik yang diusung oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi ini dimulai. Acara diawali dengan sambutan dari Presiden REMA UPI, Kang Hamdan dan Ketua Pelaksana acara. Dalam sambutannya, Kang Hamdan menegaskan bahwa pentingnya membawa tradisi menulis literasi yang saat ini mulai dilupakan mahasiswa. Ia juga berujar bahwa UPI sebagai bagian dari instansi pemerintah sepatutnya berkontribusi terhadap bangsa, khususnya masyarakat. "Mahasiswa haruslah menjadi barometer pemerintah", ucapnya saat mengutarakan betapa penting bagi mahasiswa untuk mengeluarkan idealismenya kepada khalayak. Maka dari itu sudah sewajarnyalah mahasiswa mempunyai jiwa jurnalistik yang tinggi dalam menanggapi segala peristiwa yang terjadi di sekitarnya.

Jurnalistik sebenarnya mempunyai makna yang sederhana, yaitu seni menulis catatan harian. Kang Yudha P.Sunandar, kontributor rubrik "Gadget" HU Pikiran Rakyat sebagai pemateri pertama dalam acara tersebut menyampaikan beberapa aspek penting dalam jurnalistik, diantaranya adalah fungsi jurnalistik. Jurnalistik berfungsi sebagai the voice the voiceless, ia harus bisa menjadi suara bagi masyarakat kecil. Educate the public, ia mendidik masyarakat agar lebih baik dan hendaknya memberikan pandangan yang positif dalam menyikapi peristiwa-peristiwa yang terjadi. Fungsi jurnalistik yang terakhir adalah serve the public, pers haruslah bisa melayani apa yang diinginkan masyarakat dengan mengesampingkan kepentingan-kepentingan lain di luar kepentingan masyarakat. "Masyarakat kita sekarang ini butuh sebuah inspirative jounalism, jurnalistik yang bisa membuat objek sasarannya termotivasi untuk maju", tutur Kang Yudha dalam akhir presentasinya.

Karya jurnalistik tidak serta-merta datang begitu saja, namun melalui proses yang cukup panjang untuk menghasilkan  sebuah karya yang baik. Adi Marsiela, wartawan Suara Pembaruan, menyampaikan tiga poin penting dalam mengangkat suatu berita yaitu, penting, menarik, dan relevan. Berita yang penting itu tidak dilihat dari seheboh apa kasusnya diperbincangkan, tapi seberapa besar dampaknya bagi khalayak jika kita mengangkatnya ke publik. Faktor menarik di sini bukan semata-mata dilihat dari topik beritanya saja, tapi cara penyampaiannya pun mempengaruhi. "Misalnya berita yang diangkat adalah masalah pemulung di TPA Gedebage, tentukanlah dulu sudut pandang yang mau kita angkat. Apakah itu dari sisi ekonomi, kesehatan atau politik. Dari situ nantinya materi berita yang kita sampaikan akan terfokus dan lebih mudah tersampaikan. Maka dari itu setialah pada angle", ucap Kang Adi Marsiela. Hal terakhir adalah relevan, sebuah berita harus mempunyai kedekatan secara fisik maupun emosional dengan pembacanya. Ketiga hal tersebut tidak bisa terpisahkan, "Sebuah berita menarik tapi gak penting, sia-sia. Sebuah berita menarik dan penting, tapi kalo gak relevan, percuma", ucapnya. 

Masalah redaksi mungkin hal yang paling sering dijumpai dalam dunia jurnalistik. Sebuah formula khusus sebenarnya sudah menjadi patokan yang wajib diketahui oleh seorang jurnalis, yaitu 5W+1H (what, where, when, who, why dan how). Namun tetap saja seorang pemula atau citizen journalist mengalami kesulitan dalam menuangkan materi beritanya ke dalam sebuah narasi. Kang Irfan Habibie Martanegara, redaktur senior salmanitb.com, menawarkan dua tahapan penyusunan berita untuk solusi permasalahan tersebut, yaitu tahap free writing  dan editing. Tahap free writing, di sini seorang jurnalis bisa menuliskan apapun mengenai informasi-informasi yang dia dapat di lapangan secara bebas ke dalam paragraf-paragraf, tidak memperhatikan apakah itu bagian pembuka, isi atau penutup sebuah berita. Barulah pada tahap editing segala aspek penyusunan berita diperhatikan, mulai dari 5W+1H, tata bahasa, kekonsistenan topik sampai pilihan kata.

Jurnalistik tidak sekedar menyampaikan informasi, tapi dilengkapi juga dengan estetika untuk mendukung penyampaiannya. Misalnya dalam sebuah majalah, penyusunan lay-out sangat penting agar memudahkan pembaca dalam menyerap informasi yang disampaikan. "Lay-out design itu mengatur kemana saja arah mata pembaca", ucap Rustan Surianto, dosen dan penulis majalah desain grafis di akhir sesi materi diklat.

Sesuai namanya, diklat jurnalistik ini tidak hanya menyuguhkan materi jurnalistik tapi juga training. Peserta diklat diminta mempraktekan aktivitas jurnalistik secara nyata dengan bekal yang sudah diberikan para pemateri sebelumnya. Sebuah simulasi pun dibuat, panitia menyuguhkan tema pilihan kasus yang beragam untuk diangkat peserta menjadi sebuah berita. Mulai dari korupsi pengadaan Al-Quran yang sedang hangat-hangatnya dibicarakan, pengesahan RUU PT yang sedang menjadi fokus REMA saat ini, sampai kasus kriminal yang sengaja dibuat intermezo untuk mengasah insting jurnalistik para peserta yang dibagi ke dalam tiga kelas yaitu reporter, redaksi, dan artistik. Acara kemudian dilanjutkan dengan evaluasi karya jurnalistik peserta oleh Kang Irfan Habibie Martanegara.

Di akhir acara, Ketua Kementerian Kominfo REMA UPI menyampaikan informasi mengenai Jaringan Pers Ormawa (JAPERO). UPI sebagai LPTK terbesar yang ada di Indonesia dengan 7 fakultas di dalamnya serta lebih dari 200 HMJ dan UKM ini sangat memerlukan prasarana informasi global untuk mengakses dan mengakomodir seluruh informasi yang ada di universitas. Maka dari itu diklat jurnalistik sebagai bagian dari rangkaian acara rekruitmen JAPERO ini diharapkan bisa menghasilkan jurnalis-jurnalis handal yang bisa berkontribusi untuk universitas maupun masyarakat.
Copyright © 2013 Free your mind ! and Blogger Templates - Anime OST.